Connect with us

News/Berita

Jawaban Bupati Atas Tanggapan Seluruh Fraksi Di DPRD Kabupaten Tolitoli

Published

on

TOLO-TOLI – WWW.JARRAKPOSSULAWESI.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tolitoli senin siang (11/11) menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian jawaban Bupati terhadap pandangan Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tolitoli Tahun Anggaran 2020 dan beberapa Raperda lainnya di ruang sidang utama Suwot Lipakat DPRD Kabupaten Tolitoli. Rapat Paripurna DPRD dipimpin langsung oleh ketua DPRD Kabupaten Tolitoli Moh Randi Saputra AR didampingi oleh Wakil Ketua I Jemi Yusuf, ST.

Saat membuka rapat paripurna tersebut Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli Moh. Randi Saputra, AR mengatakan jawaban Bupati yang akan disampaikan sangat diperlukan agar apa yang sudah dipertanyakan maupun saran dan pertimbangan yang sudah disampaikan oleh masing-masing fraksi dapat memperoleh tanggapan yang proporsional serta mampu memberikan pemahaman bagi Dewan yang pada intinya telah mencermati nota keuangan RAPBD Kabupaten Tolitoli Tahun Anggaran 2020 beserta pengajuan sejumlah Raperda serta hal lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di daerah ini.

Wakil Bupati Tolitoli Hi. Abdul Rahman Hi Budding saat menyampaikan Pidato Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh Fraksi DPRD Kabupaten Tolitoli atas saran dan masukan yang telah disampaikan melalui pandangan fraksi serta atas diterimanya RAPBD Tahun Anggaran 2020 dan sejumlah Raperda untuk selanjutnya dilakukan pembahasan. Hal ini kata Bupati membuktikan kesungguhan dan tanggung jawab Pemerintah Daerah bersama DPRD sebagai mitra kerja dalam pelaksanaan pembangunan hingga dapat berjalan dengan baik.

Hal-hal yang dijawab oleh Bupati terhadap berbagai tanggapan serta saran sejumlah Fraksi di antaranya peningkatan kualitas dan kuantitas destinasi pariwisata di Kabupaten Tolitoli bahwa Pemerintah Daerah telah melaksanakan pengembangan sektor pariwisata yang penganggarannya difokuskan pada destinasi pariwisata yang dianggap prioritas dan termuat dalam rencana induk pengembangan pariwisata daerah serta objek wisata Sabang, Pulau Lingayan, Desa Malangga, Batu Bangga, Pulau Kapas, Pantai Taragusun dan Pulau Lutungan. Sedangkan mengenai efektivitas pelayanan di Rumah Sakit Pratama Sitti Zubaidah Bantilan dijelaskan bahwa Pemerintah Daerah terus berusaha memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat termasuk di rumah sakit Pratama Sitti Zubaidah Bantilan melalui peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit dan ketersediaan sumber daya manusia baik tenaga administrasi maupun tenaga medis yang meliputi perawat, bidan, apoteker dan dokter. Rumah Sakit Pratama Sitti Zubaidah Bantilan saat ini ini juga telah mampu memberikan pelayanan berupa rawat inap.

Terkait dengan makna kata berkarakter aktif, adil dan religius dalam tema Pembangunan Daerah tahun 2020 dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli ditandai dengan sejumlah hal di antaranya terwujudnya tata kelola pemerintah yang baik dan bersih, meningkatkan nilai dan norma kehidupan masyarakat yang religius berbudaya dan bertanggung jawab, meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, meningkatkan sikap disiplin dan jujur aparatur pemerintah dan masyarakat, meningkatkan tanggung jawab dan komitmen pimpinan daerah yang bekerja keras dan adil dan keadilan pembangunan antar kecamatan yang dibuktikan dengan meratanya pembangunan di wilayah Kecamatan.

www.jarrakpossulawesi.com/Botski

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News/Berita

AKHIRNYA SOPHIA KEMBALI KE MASJID LAGI

Published

on

By

ISTAMBUL, Jarrakpossulawesi.com|
Jum’at, (24/7/2020). Hagia Sophia dikabarkan kembali difungsikan sebagai masjid  setelah 86 tahun berlalu. Adalah  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan  yang mengumumkan langsung Alih fungsi Hagia Sophia dari yang fungsi semula sebagai Museum untuk para turis yang berkunjung ke Turki difungsikan kembali menjadi Masjid.

Foto: interior masjid ( dok.sindonews)

Hagia Sophia adalah  bangunan bersejarah  warisan peradaban Dunia yang hampir berumur 1.000 tahun, sejarah bangunan berawal sebagai Katedral Katolik Ortodoks Selama hampir 500 tahun, antara tahun 537 M sampai 1453, pada tahun 1204 M sampai 1261 M kemudian berubah menjadi milik Katedral Katolik Roma dibawah kekuasaan Kekaisaran Latin.

Lalu bangunan ini berubah fungsi menjadi masjid sejak 29 Mei 1453 sampai 1931 dimasa kekuasaan Kesultanan Ottoman (Utsmaniyah).

Kemudian sempat dialihfungsikan sebagai museum pada 1 Februari 1935  oleh Pemerintahan Sekuler Presiden Turki Mustafa Kemal Ataturk.

Foto: Interior masjid ( dok.dunia wisata)

Yang unik dari Mesjid Hagia Sophia ini adalah adanya kubah  besar yang dipandang sebagai lambang arsitektur Bizantium .

Hari ini, Jum’at 24 Juli 2020 Sejarah peradaban kembali berulang. Sholat perdana bisa dilaksanakan kembali di Hagia Sophia.

Sumber :
Dikutip  dari Liputan68.con
Editor.    : EH

Continue Reading

Nasional

Nurdin Abdullah Gubernur Sulsel Bersama Duta Besar Iran Jajaki Kerja Sama Penanganan COVID-19

Published

on

By

Sulsel, Jarrakpossulawesi.com | Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, dan Duta Besar The Islamic Republic of Iran untuk Indonesia, Dr Mohammad Khoush Heikal Azad menjajaki kerja sama dalam penanganan COVID-19.

Hal itu dibahas pada pertemuan virtual keduanya, Jumat (3/7/2020). Mereka membahas potensi kerja sama kedua negara dan bilateral dua provinsi, yakni Sulsel dan Provinsi Razavi Khorasan, Iran.

Provinsi di Iran ini merupakan salah satu provinsi terbesar dari 30 provinsi dengan jumlah penduduk 5.593.079 jiwa.

Dr Mohammad Khoush Heikal Azad yang kerap disapa Azad ini menyinggung soal pandemi COVID-19 yang menjadi permasalahan dunia.

Hingga saat ini di Iran, tercatat sebanyak 233 ribu jiwa terpapar, 11 ribu jiwa telah meninggal, 195 ribu telah sembuh dan pulang. Adapun total tes corona telah dilakukan kepada 1,7 juta jiwa. Di tengah embargo Amerika Serikat (AS), Iran dapat menangani pandemi ini dengan baik.

“Infrastruktur di bidang kesehatan masih sangat baik di Iran, sebab masih bisa menangani COVID-19 di negara ini,” kata Azad yang juga akrab dengan mantan Rektor Universitas Hasanuddin dan Duta Besar RI untuk Iran, Basri Hasanuddin.

Untuk itu, kerja sama penanganan COVID-19 antara Indonesia dan Sulsel ditawarkan dan diharapkan dapat dilakukan.

Kata dia, perusahaan berbasis teknologi di Iran berhasil mengembangkan alat-alat kesehatan dan perangkat lunak (software) penanganan corona. Termasuk gagasan produksi masker bersama. Membantu melengkapi alat kesehatan rumah sakit yang ada di Sulsel.

“Terkait dengan alat investasi dan alat yang berhubungan dengan produksi bahan baku produksi masker, alatnya kami produksi di Iran. Bahkan, Cina telah menggunakannya,” tambahnya.

Mohammad Azad menjelaskan sebelum menghubungi Nurdin, ia telah berkomunikasi dengan pejabat dari Provinsi Razavi Khorasan untuk melakukan kerja sama dengan Sulsel.

Seperti bidang pertanian, industri dan teknologi. Sedangkan dengan Kota Mashad yang merupakan ibu kota dari Provinsi Razavi Khorasan adalah kota religi dan kota terbesar kedua di Iran.

“Pusatnya Kota Mashad, salah satu kota wisata religi Iran,” sebutnya.

Diketahui, bahwa Mashad pernah menjadi ibukota Iran pada zaman kerajaan Afsyariyan. Sedangkan pada masa kepemimpinan Mahmoud Ahmdinejad, Mashad diresmikan sebagai ibukota spiritual Republik Islam Iran.

Nurdin Abdullah menyambut hal ini dengan baik, karena merupakan bagian dari upaya memutus mata rantai COVID-19. Apalagi Sulsel termasuk empat provinsi dengan kasus tinggi.

Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pertemuan lanjutan, dan pembahasan lebih detail.

Iran juga merupakan salah satu negara dengan teknologi nano terbaik dunia dan terbilang pesat. Iran telah mampu memproduksi termasuk produk rumah tangga nano, nano otomotif, tekstil nano, produk kosmetik, pertanian, konstruksi, dan farmasi yang mencakup lebih dari ratusan jenis produk. Usulan kerjasama misalnya untuk cat nano datang langsung dari Badan Pengembangan Inovasi Teknologi Nano Iran.

Terakhir, pihak Iran menawarkan kerja sama investasi pembangunan situs pengelolaan air secara bersama dengan Sulsel.

Hal ini direspon positif juga oleh Nurdin, sebab Sulsel memiliki air baku yang besar, namun membutuhkan teknologi agar air yang dinikmati oleh masyarakat adalah air yang berkualitas dan sehat.

Pada kesempatan itu, Nurdin Abdullah memaparkan Sulsel sebagai provinsi yang menjadi barometer pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur telah menyusun strategi dalam tata kelola pemerintahan yang bertujuan menyejahterakan masyarakat.

Adapun program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2008-2023, yakni: Bidang Infrastruktur; Bidang Pemerintahan; Bidang Pertanian, Perikanan, Kelautan dan Kehutanan; Bidang Kesehatan; dan Bidang Pariwisata.

“Sulsel membangun beberapa bandara, yang pasti Bandara Sultan Hasanuddin menjadi penghubung untuk Indonesia Timur dan telah menjadi bandara internasional. Kami juga punya port (pelabuhan) Soekarno Hatta, termasuk kami lagi membangun Makassar New Port dan saat ini seluruh produk ekspor kita direct ekspor ke berbagai negara,” kata Nurdin Abdullah.

Ia menambahkan, dengan besarnya potensi kekuatan dan ekonomi kedua negara dan provinsi, dapat sama-sama mendatangkan manfaat.

Editor: GR

Wartawan: Karno

Continue Reading

News/Berita

Ular Piton yang Lilit Remaja di Bombana hingga Tewas

Published

on

By

Bombana, Jarrakpossulawesi.com | Alfian, remaja 16 tahun yang tinggal di BTN Pasir Putih, Kelurahan Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), meregang nyawa usai dililit ular piton yang panjangnya diperkirakan 7 meter.

Diaman peristiwa nahas tersebut terjadi pada hari minggu siang (14/6), sekitar pukul 14.00 WITA di wilayah Pegunungan Kahar yang ada di Kecamatan Rumbia Tengah, Bombana.

Alfian yang saat itu bersama tiga rekannya hendak mencari sumber air terjun, tiba-tiba diterkam seekor ular yang berukuran cukup besar.

Dimana ular tersebut mengigit paha Alfian, lalu melilitnya dibagian leher. Dua orang teman Alfian yang mendengar teriakan minta tolong, langsung bergegas mencoba menyelamatkan Alfian.

Sungguh disayangkan, saat akan membantu Alfian, ular tersebut memberi perlawanan, dan mengencangkan lilitannya. Akibatnya, Alfian mengembuskan napas terakhir, dan dua orang temannya juga turut jadi korban gigitan ular.

Dimana warga yang mendapat informasi keberadaan ular yang melilit seorang anak langsung segera menuju kelokasi. Warga juga melihat secara langsung ular besar itu masih melilit korban.

Segera warga lalu berusaha melepaskan lilita ular tersebut dari tubuh Alfian. Usaha warga membuahkan hasil, ular melepas lilitannya dan mencoba kabur.

Beruntung, warga sempat mengejar ular tersebut, dan membacoknya hingga tewas.

Berikut penampakan ular piton yang melilit Alfian:

Ular yang melilit dan menggigita Alfian hingga tewas. Foto: Dok.Istimewa
Ular tersebut berhasil di bunuh oleh warga. Foto: Dok.Istimewa

Editor: GR

Wartawan: Karno

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 Jarrakpossulawesi.com