News/Berita

Tidak Ada “Surat Kuasa Presiden”, Laporan Henry Yosodiningrat ditolak Bareskrim.

JAKARTA – JARRAKPOSSULAWESI.COM – Pengamat politik Rocky Gerung angkat suara soal laporan politikus PDI Perjuangan, Henry Yosodiningrat yang ditolak Bareskrim Polri kepada dirinya karena diduga menghina Presiden Joko Widodo.

Menurut Rocky hal itu merupakan sesuatu yang memalukan bagi profesi pengacara.

“ILC itu forum publik. Saya ucapkan kritik saya di forum publik, terhadap Presiden sebagai pembuat kebijakan publik. Henry, sang ahli hukum tak paham hal dasariah itu. Makanya laporannya ditolak polisi. Malu-maluin profesi pengacara dia itu,” kata Rocky kepada Tempo, Senin, (09/12/2019).

Sebelumnya polisi menolak laporan dari Henry Yosodiningrat karena tidak membawa surat kuasa dari Presiden Jokowi.

BACA JUGA : Rocky Gerung Menjagokan “Sandiaga Uno di Pilpres 2024” mendatang.

Henry mengaku kecewa atas penolakan itu. Dia mengatakan dia melapor atas nama pribadi dan mewakili rakyat Lampung yang diklaim kecewa dengan pernyataan Rocky.

“Rakyat Lampung kecewa, sedih, pedih melihat presidennya dicaci-maki, dikatakan tidak paham Pancasila. Saya khawatir Rocky Gerung dibacok sama orang Lampung,” kata Henry di Gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta Selatan, pada Senin, (09/12/2019).

Atas pernyataan itu, Rocky menilai masyarakat Lampung memahami hukum.

“Saya berkali-kali ceramah di Lampung, di LSM, di kampus, ketemu rakyat di desa. Masyarakat Lampung paham hukum. Mereka bisa bedakan soal publik dengan soal pribadi,” ujarnya.(Dok:Beritaterkini)

Jarrakpossulawesi.com/Botski

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *