Nasional

Tanah Ibukota baru menjadi buruan: “dilema penduduk Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur”.

KALIMANTAN – JARRAKPOSSULAWESI.COM  – Sejak ditetapkan menjadi calon ibukota baru pada Agustus 2019 lalu, wilayah kabupaten kota Paser Balik, Penajam Paser Utara Kalimantan Timur telah diserbu para tuan tanah dari Jakarta.

Menurut Marice, salah satu warga asli wilayah ini banyak tawaran yang bernilai milyaran rupiah untuk pemilik tanah yang bersedia melepaskan tanah dengan surat – surat lengkap. Harga yang ditawarkan sangat tinggi bagi nilai tanah di wilayah ini, dimana warga adat ini memiliki 2 hektar tanah dan tuan tanah berani membayar dengan 1 milyard rupiah untuk 1 hektar.Menurutnya sudah banyak warga yang menjual tanahnya, khususnya di wilayah kecamatan Sepaku.

Setiap hari penduduk lokal harus menghadapi orang-orang kota yang membujuknya agar rela menjual tanahnya. Tidak hanya dengan tawaran hanya membeli tanah saja; namun ada juga tawaran dari para tuan tanah dari Jakarta dengan embel-embel akan di berikan tambahan manfaat di kemudian hari bilamana setelah tanah tersebut dibangun menjadi kawasan strategis.

BACA JUGA : Tidak Ada “Surat Kuasa Presiden”, Laporan Henry Yosodiningrat ditolak Bareskrim.

Ia menolak tawaran untuk menjual tanahnya karena masih ingin tinggal bertani dan bercocok tanam diatas tanahnya karena masih dapat bekerja menghasilkan nafkah untuk keluarga. Dan ingin mewaris tanah adat ini kepada anak – anaknya agar tepat dapat melanjutkan kehidupan di kampung Pemaluan.

Hal inilah yang menjadi dilema bagi para penduduk lokal haruskah menjual tanah adatnya karena imbalan nilai jual yang tinggi ataukah melestarikan tanah adat ini untuk anak cucunya. Apakah tawaran harga tanah yang sangat mengiurkan ini mungkin ditolak? Faktanya pembangunan ibu kota baru sudah akan dimulai pada 2020 mendatang. (Dok: Sumber: CNN Indonesia)

Jarrakpossulawesi.com/Arte

Editor : Botski

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *