News/Berita

Pemimpin Seharusnya.Peka Dan Menjadi Panutan dalam Membela Rakyatnya dan Rela Berkorban Demi Kepentingan Rakyatnya .



Kendari, Jarrakpossulawesi.com | Wabah Virus Corona (Covid-19) yang melanda di Kota Kendari Sulawesi Tenggara dan kota-kota lain di Tanah Air Semestinya menyadarkan para pemimpin bangsa, betapa rapuhnya perlindungan keamanan bangsa ini dengan potensi ancaman dari berbagai sumber khususnya Virus Corona atau covid-19

Hal ini terjadi di Propinsi Sulawesi Tenggara dimana di Duga Seorang pemimpin yang seharusnya peduli dan melindungi rakyatnya yang dipimpin nya sedang dilanda kepanikan akan adanya wabah virus Corona / Covid-19 Ia Justru malah melakukan Pesta pora dengan bergembira Sepertinya tidak memperhatikan kesusahan dan kegundahan rakyatnya mengenai wabah yang melanda wilayahnya saat ini.

Dimana pemerintah pusat sangat Gencar dan menghimbau kepada kepala daerah untuk melakukan kebijakan masing-masing dan pemerintah pusat Menegaskan untuk pemerintah daerah untuk waspada dalam kategori siaga Bencana wabah virus Corona / Covid-19. Disisi lain di duga seseorang mirip dengan Gubernur Sultra Ali Mazi bersama Rekannya Di Rujam(Rumah Jabatan ) melakukan Kegiatan yang Viral sehingga Salah satu masyarakat yang di wawancarai yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan kok tega seandainya benar itu video Gubernur kita melakukan itu di saat rakyatnya gelisah masalah virus corona dan masalah video yang berdurasi beberapa menit itu seperti nyanyi nyanyi seolah olah seperti tidak ada masalah. dan Sepertinya tidak memperhatikan penderitaan Rakyat dan kegalauan masyarakat diwilayahnya Sulawesi Tenggara

Hal ini kok bisa terjadi apakah bener itu video beredar di sela sela kita panik menghadapi isu virus corona dan banyaknya warga indonesia sudah meninggal terus kepala daerah kita seperti itu yang di tontonkan ,dimana Hati seorang Gubernur kalau itu video bener gubernur kita ungkapnya ke pada awak media jarrakpos.com


menurut Narasumber ini menambahkan ,Bagi para pemimpin sejati menurutnya, dengan datangnya wabah virus corona (Covid-19) yang melanda di seluruh tanah air Indonesia yang merupakan musibah wabah yang Mengerikan dan Berbahaya ayo perangi bersama bersama Rakyat sultra dan bentuk satgas di masing masing desa biar siaga akan masuknya virus corona itu ke seluruh daerah di sulawesi tenggara itu baru benar. Seperti pendahulu kita.seperti pahlawan pahlawan nasional memimpin perang zaman dulu.

Pemimpin harus siap mengambil resiko apapun bila perlu menderita demi rakyatnya dan NKRI atau merah Putih di dada

ini mengingatkan pentingnya kredo Agus Salim, leiden is lijden” (memimpin adalah menderita). Dengan kredo tersebut, segera terbayang Contohnya penderitaan Jenderal Soedirman, yang memimpin perang gerilya di atas tandu. Setabah gembala ia pun berpesan, “Jangan biarkan rakyat menderita, biarlah kita (prajurit, pemimpin) yang menderita.” itu baru benar . Walaupun itu sebenarnya Hal yang biasa nyanyi nyanyi dalam situasi Emergenci corona virus tentu tidak elok dilakukan oleh seorang Kepala daerah .kalau itu bener Gubernur kita ungkapnya

Menurutnya Mari Perangi Corona Virus biar cepat kembali Normal situasi kita di sultra dan Masyarakat merasa nyaman baik yang bercocok tanam.pengusaha.Nelayan dan lainnya tenang dan Kita cepat maju dan bersaing di Zaman globalisasi ini. Mari berjuang bersama.

Menurut Narasumber yang di wawancarai media jarrak pos.com seharusnya Seorang Pemimpin ikut terjun kelapangam bersama Muspida dan berkampanye memberikan bekal kepada masyarakat bagaimana langkah yang harus dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi serangan Virus corona ini. Bukan mempertontonkan video yang nyanyi nyanyi ke publik . Dia selaku masyarakat Sultra tidak eloklah kalau itu bener di video itu seperti Gubernur kita Ali mazi. Walaupun itu haknya beliau sebagai Gubernur bebas melakukan Apa saja namun tolong perhatikan perasaan masyarakatanya yang gelisah akan Virus conona ini.

Editor: Effendi | GR



Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close