Connect with us

News/Berita

Luar Biasa Kekayaan Irwan Mussry Suami Maia Estianty, Miliki 110 Toko Jam dan Tas Mewah

Published

on

Jarrakpossulawesi.com | Seusai bercerai dengan Ahmad Dhani pada tahun 2008, sepuluh tahun kemudian Maia Estianty resmi menikah dengan Irwan Mussry pada 29 Oktober 2019.

Irwan Mussry sendiri merupakan pemilik Time International.

Dilansir dari laman Instagram Dignity Social, hingga saat ini, Irwan Mussry sudah memiliki 110 toko dan 1.200 karyawan.

“Awalnya, Time International merupakan service centre dan juga distributor grosir.

Di tahun 1984, Irwan Mussry mulai bekerja sama dengan timepiece dari Gucci. Saat ini, Time International telah menjadi rekanan dengan berbagai brand fashion dunia.

Hingga saat ini, beliau memiliki 110 toko di seluruh Indonesia dengan 1.200 tenaga kerja,” tulis Dignity Social milik Dita Soedarjo, Jumat (15/5/2020).

Irwan Mussry menduduki posisi sebagai seorang CEO dan Presiden Direktur dari perusahaan yang bernama PT Timerindo Perkasa International (TPI/Time International).

Perusahaan tersebut awalnya berkonsentrasi dalam bisnis jam tangan mewah Rolex. Namun 30 tahun berlalu, kini Irwan Mussry berhasil menggandeng kerjasama dengan berbagai brand fashion dunia.

Seperti Chanel, Gucci, Fossil, Tory Burch, Diesel, Berluti, Innisfree, Laneige dan sebagainya.

Irwan juga dikenal memiliki hubungan yang baik dengan karyawannya.

“Irwan Mussry membuat perusahaannya sebagai ‘The Great Place To Work’. Karena itulsh hubungan dengan pegawainya dekat”

Irwan sudah menjalani profesinya itu selama kurang lebih 30 tahun lamanya.

Sementara itu, saat ditanya kenapa harus memilih Irwan Mussry, Maia Estianty membeberkan beberapa hal.

“Aku yakin dia bisa jadi bapak yang baik bagi anak-anak. Dia sangat mengerti aku. Enggak ngatur, enggak ribet, enggak kepo.

Jadi benar-benar kedewasaan yang mantap. Akhirnya dia melamar, and i said yess,” jelas Maia Estianty di program acara Alfin & Friends i News TV, Senin (23/9/2019).

Saat dekat dengan Irwan Mussry, ke tiga putra Maia Estianty, Al El dan Dul begitu mengawasi Maia.

Mereka takut Maia Estianty dipermainkan.

“Jadi mereka kaya Polisi aku. Nanya, bunda enggak dipermainkan kan? Om Irwan serius kan? Dan setelah kita liburan bareng ke Bali, mereka langsung akrab,” cerita Maia Estianty.

Di sisi lain, Ahmad Dhani sendiri pernah mengatakan bahwa Irwan Mussry adalah teman satu gengnya.

Hal itu Ahmad Dhani lontarkan di hari pernikahan Maia Estianty dengan Irwan Mussry pada Senin (29/10/2018) lalu.

Tidak hanya bahagia karena melihat mantan istrinya menikah, Ahmad Dhani juga bahagia lantaran sahabatnyalah yang menjadi pasangannya.

“Dia itu sahabat, ya ampun. Temen satu geng. Temen satu geng itu ada saya, Irwan Mussry, Fadli Zon, Irwan Bakrie, itu satu geng,” lanjut Dhani ucapnya.

Ahmad Dhani tak luput memberikan ucapannya kepada sang mantan istri.

“Ya selamat. Semoga bahagia sampai kakek dan nenek, seperti saya,” kata Dhani di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Ampera Raya, Senin (29/10/2018).

Dhani mengetahui kabar pernikahan Maia dan Irwan dari anak-anaknya, Al Ghazali dan Dul Jaelani, yang ikut ke Tokyo, Jepang, bersama ibunya.

Maia dan Irwan menikah di Negeri Sakura. Dhani mengaku senang dengan keputusan Maia yang akhirnya melepas masa lajangnya setelah bercerai darinya.

“Ya senang. Pernikahan adalah sesuatu yang positif, sesuatu yang enak,” katanya.

Dilansir dari Tribun Seleb, Irwan bahkan punya jet pribadi sebagai sarana transportasi.

Jet inilah yang kabarnya sering digunakan Maia untuk bepergian ke luar kota ataupun luar negeri.

Maia juga terlihat pernah membawa Al Ghazali, anak pertamanya, juga Dul untuk ikut menikmati suasana terbang dengan jet pribadi.

Irwan Mussry juga menyukai dunia balap.

Ia pernah menjadi pembalap di World Champion Race (WRC).

Lewat olah raga ini, Irwan merasa belajar banyak bagaimana harus mengontrol kecepatan, dan bagaimana caranya agar tidak tertabrak atau menabrak.

Hingga kini, Irwan kadang masih bergelut di hobinya yang satu ini.

Selain itu, Irwan mulai punya hobi baru, yaitu menjadi pilot jet. Sesuai kutipan (tribunjateng).

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Maia Estianty membongkar hubungan lamanya dengan keluarga Irwan Mussry yang kini menjadi suaminya.

“Karena yang pertama keluarga kita dekat dari dulu. Dari kami kecil. Adiknya beliau itu dekat sekali dengan kakak ku, sudah bertahun-tahun. Tapi mereka belum jodohnya.

Yang berjodoh ternyata kita,” tutur Maia Estianty.

Seusai bercerai dengan Ahmad Dhani pada tahun 2008, sepuluh tahun kemudian Maia Estianty resmi menikah dengan Irwan Mussry pada 29 Oktober 2019.

Saat ditanya Alfin kenapa harus memilih Irwan Mussry, Maia Estianty membeberkan beberapa hal.

“Dan aku yakin dia bisa jadi bapak yang baik bagi anak-anak. Dia sangat mengerti aku. Enggak ngatur, enggak ribet, enggak kepo.

Jadi benar-benar kedewasaan yang mantap. Akhirnya dia melamar, and i said yess,” jelas Maia Estianty.

Usai bercerai dengan Ahmad Dhani pada 23 September 2008, pada tahun 2018 Maia Estianty akhirnya melabuhkan hatinya kepada Irwan Mussry.

Pria kelahiran 1962 itu merupakan pengusaha jam tangan mewah.

Meski demikian, ia belum mau berpuas hati.

Irwan masih memiliki sejumlah cita-cita yang ingin ia wujudkan.

Salah satu cita-citanya yang mulia adalah menciptakan banyak pengusaha-pengusaha muda di Indonesia.

Gaya hidup Irwan yang tak kalah menariknya adalah mengoleksi mobil mewah, Irwan tak merasa cukup dengan mobil saja.

Irwan bahkan punya jet pribadi sebagai sarana transportasi.

Dilansir dari Tribun Seleb, jet inilah yang kabarnya sering digunakan Maia untuk bepergian ke luar kota ataupun luar negeri.

Selain itu, Irwan mulai punya hobi baru, yaitu menjadi pilot jet. Sesuai kutipan tribunjateng.

Editor: GR

Sumber: tribunjateng

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Nurdin Abdullah Gubernur Sulsel Bersama Duta Besar Iran Jajaki Kerja Sama Penanganan COVID-19

Published

on

By

Sulsel, Jarrakpossulawesi.com | Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, dan Duta Besar The Islamic Republic of Iran untuk Indonesia, Dr Mohammad Khoush Heikal Azad menjajaki kerja sama dalam penanganan COVID-19.

Hal itu dibahas pada pertemuan virtual keduanya, Jumat (3/7/2020). Mereka membahas potensi kerja sama kedua negara dan bilateral dua provinsi, yakni Sulsel dan Provinsi Razavi Khorasan, Iran.

Provinsi di Iran ini merupakan salah satu provinsi terbesar dari 30 provinsi dengan jumlah penduduk 5.593.079 jiwa.

Dr Mohammad Khoush Heikal Azad yang kerap disapa Azad ini menyinggung soal pandemi COVID-19 yang menjadi permasalahan dunia.

Hingga saat ini di Iran, tercatat sebanyak 233 ribu jiwa terpapar, 11 ribu jiwa telah meninggal, 195 ribu telah sembuh dan pulang. Adapun total tes corona telah dilakukan kepada 1,7 juta jiwa. Di tengah embargo Amerika Serikat (AS), Iran dapat menangani pandemi ini dengan baik.

“Infrastruktur di bidang kesehatan masih sangat baik di Iran, sebab masih bisa menangani COVID-19 di negara ini,” kata Azad yang juga akrab dengan mantan Rektor Universitas Hasanuddin dan Duta Besar RI untuk Iran, Basri Hasanuddin.

Untuk itu, kerja sama penanganan COVID-19 antara Indonesia dan Sulsel ditawarkan dan diharapkan dapat dilakukan.

Kata dia, perusahaan berbasis teknologi di Iran berhasil mengembangkan alat-alat kesehatan dan perangkat lunak (software) penanganan corona. Termasuk gagasan produksi masker bersama. Membantu melengkapi alat kesehatan rumah sakit yang ada di Sulsel.

“Terkait dengan alat investasi dan alat yang berhubungan dengan produksi bahan baku produksi masker, alatnya kami produksi di Iran. Bahkan, Cina telah menggunakannya,” tambahnya.

Mohammad Azad menjelaskan sebelum menghubungi Nurdin, ia telah berkomunikasi dengan pejabat dari Provinsi Razavi Khorasan untuk melakukan kerja sama dengan Sulsel.

Seperti bidang pertanian, industri dan teknologi. Sedangkan dengan Kota Mashad yang merupakan ibu kota dari Provinsi Razavi Khorasan adalah kota religi dan kota terbesar kedua di Iran.

“Pusatnya Kota Mashad, salah satu kota wisata religi Iran,” sebutnya.

Diketahui, bahwa Mashad pernah menjadi ibukota Iran pada zaman kerajaan Afsyariyan. Sedangkan pada masa kepemimpinan Mahmoud Ahmdinejad, Mashad diresmikan sebagai ibukota spiritual Republik Islam Iran.

Nurdin Abdullah menyambut hal ini dengan baik, karena merupakan bagian dari upaya memutus mata rantai COVID-19. Apalagi Sulsel termasuk empat provinsi dengan kasus tinggi.

Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pertemuan lanjutan, dan pembahasan lebih detail.

Iran juga merupakan salah satu negara dengan teknologi nano terbaik dunia dan terbilang pesat. Iran telah mampu memproduksi termasuk produk rumah tangga nano, nano otomotif, tekstil nano, produk kosmetik, pertanian, konstruksi, dan farmasi yang mencakup lebih dari ratusan jenis produk. Usulan kerjasama misalnya untuk cat nano datang langsung dari Badan Pengembangan Inovasi Teknologi Nano Iran.

Terakhir, pihak Iran menawarkan kerja sama investasi pembangunan situs pengelolaan air secara bersama dengan Sulsel.

Hal ini direspon positif juga oleh Nurdin, sebab Sulsel memiliki air baku yang besar, namun membutuhkan teknologi agar air yang dinikmati oleh masyarakat adalah air yang berkualitas dan sehat.

Pada kesempatan itu, Nurdin Abdullah memaparkan Sulsel sebagai provinsi yang menjadi barometer pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur telah menyusun strategi dalam tata kelola pemerintahan yang bertujuan menyejahterakan masyarakat.

Adapun program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2008-2023, yakni: Bidang Infrastruktur; Bidang Pemerintahan; Bidang Pertanian, Perikanan, Kelautan dan Kehutanan; Bidang Kesehatan; dan Bidang Pariwisata.

“Sulsel membangun beberapa bandara, yang pasti Bandara Sultan Hasanuddin menjadi penghubung untuk Indonesia Timur dan telah menjadi bandara internasional. Kami juga punya port (pelabuhan) Soekarno Hatta, termasuk kami lagi membangun Makassar New Port dan saat ini seluruh produk ekspor kita direct ekspor ke berbagai negara,” kata Nurdin Abdullah.

Ia menambahkan, dengan besarnya potensi kekuatan dan ekonomi kedua negara dan provinsi, dapat sama-sama mendatangkan manfaat.

Editor: GR

Wartawan: Karno

Continue Reading

News/Berita

Ular Piton yang Lilit Remaja di Bombana hingga Tewas

Published

on

By

Bombana, Jarrakpossulawesi.com | Alfian, remaja 16 tahun yang tinggal di BTN Pasir Putih, Kelurahan Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), meregang nyawa usai dililit ular piton yang panjangnya diperkirakan 7 meter.

Diaman peristiwa nahas tersebut terjadi pada hari minggu siang (14/6), sekitar pukul 14.00 WITA di wilayah Pegunungan Kahar yang ada di Kecamatan Rumbia Tengah, Bombana.

Alfian yang saat itu bersama tiga rekannya hendak mencari sumber air terjun, tiba-tiba diterkam seekor ular yang berukuran cukup besar.

Dimana ular tersebut mengigit paha Alfian, lalu melilitnya dibagian leher. Dua orang teman Alfian yang mendengar teriakan minta tolong, langsung bergegas mencoba menyelamatkan Alfian.

Sungguh disayangkan, saat akan membantu Alfian, ular tersebut memberi perlawanan, dan mengencangkan lilitannya. Akibatnya, Alfian mengembuskan napas terakhir, dan dua orang temannya juga turut jadi korban gigitan ular.

Dimana warga yang mendapat informasi keberadaan ular yang melilit seorang anak langsung segera menuju kelokasi. Warga juga melihat secara langsung ular besar itu masih melilit korban.

Segera warga lalu berusaha melepaskan lilita ular tersebut dari tubuh Alfian. Usaha warga membuahkan hasil, ular melepas lilitannya dan mencoba kabur.

Beruntung, warga sempat mengejar ular tersebut, dan membacoknya hingga tewas.

Berikut penampakan ular piton yang melilit Alfian:

Ular yang melilit dan menggigita Alfian hingga tewas. Foto: Dok.Istimewa
Ular tersebut berhasil di bunuh oleh warga. Foto: Dok.Istimewa

Editor: GR

Wartawan: Karno

Continue Reading

News/Berita

Kembali Anggaran Penanganan Covid-19 di Sultra Dipertanyakan

Published

on

By

Kendari, Jarrakpossulawesi.com | Sejauh ini DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) belum menerima laporan rincian penggunaan anggaran penanganan Covid-19 senilai Rp400 miliar dari Pemprov Sultra.

Kendati demikian, Wakil Ketua DPRD Sultra Muhammad Endang mengaku kesulitan untuk menyampaikan ke publik hasil pantauan penggunaan anggaran itu.

“Dalam surat edaran bersama Mendagri, Menkeu dan Menkes disebutkan bahwa DPRD wajib mengawasi anggaran refocusing tersebut,” kata Endang, Senin (1/6/2020), seperti dihimpun dari berbagai sumber.

Bahkan Endang mempertanyakan apa saja peruntukannya, namun sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan anggaran tersebut.

“Transparansi ini penting agar diketahui publik, anggaran yang saat ini telah digunakan Pemprov Sultra untuk penanganan covid-19, apakah anggaran recofusing, bantuan pemerintah pusat, bantuan donatur atau perusahaan swasta. Bahkan saya pernah surati dan sampaikan dalam rapat melalui Sekda, melalui kepala Bappeda, kami minta peraturan kepala daerah (Perkada) alokasi, pengunaan dan daftar rincian RKA dari empat ratus miliar itu,” ujar Endang.

Endang juga mengaku, saat berkunjung di Kabupaten Konawe Selatan, dia mendapat laporan bahwa ada 2 desa belum mendapat bantuan penanganan Covid-19 dari Pemprov Sultra. Padahal seharusnya bantuan ini sudah diterima.

Selanjutnya Endang meminta kepada Gubernur Sultra dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 agar selalu melaporkan bantuan yang disumbangkan oleh pihak badan usaha atau dermawan di posko gugus tugas.

Editor: GR

wartawan: Karno

Continue Reading

Trending

Copyright © 2020 Jarrakpossulawesi.com