News/Berita

Kejati Sulsel di Demo atas “Dugaan Korupsi” Mantan Bupati Pinrang

PINRANG – WWW.JARRAKPOSSULAWESI.COM – Jenderal Lapangan Aksi, Muh. Irfan sangat menyayangkan kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Pinrang tersebut karena dianggap sangat merugikan negara.

“Negara Indonesia dalam pusaran konflik yang cukup banyak, kasus korupsi terjadi di mana-mana dan tidak kunjung terselesaikan. Maka polemik ini harus segera mungkin diselesaikan,” katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan, gambaran besar tertuju di Kabupaten Pinrang, karena sesuai hasil investigasi dan informasi yang kami temukan bahwa mantan bupati Pinrang melakukan tindak pidana korupsi dan memiliki rekening gendut.

BACA JUGA : Pertemuan antara Presiden PKS dan Tommy Soeharto Besok

“Saya telfon jaksanya, masih ada melengkapi data-datanya terkait kelengkapan berkas perkara untuk memperkuat berkas perkara dan alat bukti untuk diajukan ke pengadilan. Intinya ini masih dalam penanganan,” ucap A. Usmana Harun di tengah-tengah audiens berlangsung.

Selang beberapa jam setelah orator menyampaikan aspirasinya, perwakilan dari Kejati sulsel A. Usmana Harun mengajak massa aksi untuk melakukan audiensi di dalam ruang rapat kejaksaan tinggi Sul-Sel terkait kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Pinrang.

Setelah melakukan audiens, seluruh mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesia (Gerak Misi) membubarkan diri secara tertib.

Sementara itu salah satu pejabat Kejati Sulsel juga angkat bicara. “Percayalah, penegak hukum akan tetap menindak lanjuti apa yang adik-adik sampaikan,” tambahnya.

www.jarrakpossulawesi.com/botski

menyayangkan kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Pinrang tersebut karena dianggap sangat merugikan negara.

“Negara Indonesia dalam pusaran konflik yang cukup banyak, kasus korupsi terjadi di mana-mana dan tidak kunjung terselesaikan. Maka polemik ini harus segera mungkin diselesaikan,” katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan, gambaran besar tertuju di Kabupaten Pinrang, karena sesuai hasil investigasi dan informasi yang kami temukan bahwa mantan bupati Pinrang melakukan tindak pidana korupsi dan memiliki rekening gendut.

“Saya telfon jaksanya, masih ada melengkapi data-datanya terkait kelengkapan berkas perkara untuk memperkuat berkas perkara dan alat bukti untuk diajukan ke pengadilan. Intinya ini masih dalam penanganan,” ucap A. Usmana Harun di tengah-tengah audiens berlangsung.

Selang beberapa jam setelah orator menyampaikan aspirasinya, perwakilan dari Kejati sulsel A. Usmana Harun mengajak massa aksi untuk melakukan audiensi di dalam ruang rapat kejaksaan tinggi Sul-Sel terkait kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Pinrang.

Setelah melakukan audiens, seluruh mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesia (Gerak Misi) membubarkan diri secara tertib.

Sementara itu salah satu pejabat Kejati Sulsel juga angkat bicara. “Percayalah, penegak hukum akan tetap menindak lanjuti apa yang adik-adik sampaikan,” tambahnya.

www.jarrakpossulawesi.com/botski

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *